Cecilia si Cewek Pemuas Nafsu
Cecilia, mahasiswi semester awal di sebuah kampus bergengsi. Setiap weekend atau pas libur dia suka staycation untuk melampiaskan hobi terpendamnya, yaitu eksib.
Suatu weekend, dia ke mall di pusat kota untuk ngebetulin laptopnya yg rusak. Dengan hanya mengenakan kaos tipis tanpa dalaman dan rok pendek ketat, ia mendatangi toko servis laptop.
Perbaikan laptopnya memakan waktu lama, Cecilia memutuskan sekalian staycation di sebuah hotel dekat mall tersebut. Diantar supirnya, ia turun di lobby dan segera check-in. Bukan hotel mewah. Bahkan terlalu sederhana. Walhasil, kehadiran perempuan secantik Cecilia menjadikannya sebagai pusat perhatian, setidaknya di lobby hotel yg sedang cukup ramai itu.
Supirnya disuruh pulang ke rumah ngambilin pakaian ganti dan keperluan lainnya untuk staycation mendadak ini. Orang tuanya pun sudah ia beri kabar.
Supirnya diberikannya kartu akses kamar hotel oleh Cecilia, jaga-jaga kalau ia ketiduran atau sedang di kamar mandi saat supirnya datang bawa pakaian.
Kesempatan eksib pertama pun hadir, dan memang ini alasan sesungguhnya Cecilia pingin staycation.
Sewaktu supirnya tiba dan memencet bel kamar hotel untuk mengantarkan barang-barangnya, Cecilia sengaja diam saja di kamar mandi berendam di bathtub. Tentu supirnya kemudian memakai kartu akses kamar untuk masuk. Dan sesaat setelah Cecilia mendengar langkah kaki supirnya di dalam kamar, ia keluar dr kamar mandi dengan telanjang bulat sambil pura-pura tidak tau bahwa ada orang lain di kamarnya.
Cecilia kaget, “kyaaa, bapak!” teriaknya pelan, namun tentu itu hanya akting. Supirnya pun terperangah melihat kemolekan tubuh anak majikannya itu. Tapi, kacaunya, ketika masuk kamar si supir membuka pintu sampe mentok sehingga pintu tetap terbuka. Cecilia ngga sadar bahwa kamar di seberang ada yg baru mau check-in juga, ada beberapa orang berdiri di sana memandangi tubuh Cecilia yg telanjang bulat dengan kulitnya yg basah itu. Menyadari itu, Cecilia langsung menyuruh supirnya untuk cepat meletakan barang-barangnya, kemudian ia menegur supirnya itu “tutup pintunya lain kali, pak!”. Si supir pun disuruhnya pulang karena tugasnya sudah selesai.
Sebelum menutup pintu kamar, orang yg baru check-in di kamar seberang sempat bertanya, “itu siapanya, mbak?”. “itu supir aku nganterin barang” jawab Cecilia. “oh, kirain siapa, tadi mbaknya sampe teriak,” balasnya lagi. “Nggak kok, gpp, sorry ya,” ucap Cecilia sebelum kemudian menutup pintunya.
Ketika jam makan malam, Cecilia memesan makanan untuk diantar ke kamar. Pengantar makanan datang, Cecilia tidak langsung membuka pintu, hanya membuka kuncinya saja, daun pintu tetap tertutup. “Masuk aja” ucap Cecilia dari dalam kamar mandi.
Dengan trik yg sama seperti tadi siang, setelah pengantar makanan masuk ke kamar dengan troli-nya, Cecilia keluar dr kamar mandi dalam keadaan bugil.
“Eh, aduhh sori, mas. Kirain yg nganter makanan perempuan” ucap Cecilia ketika berpapasan dengan pengantar makanan persis di depan pintu kamar mandi ketika ia hendak keluar.
Setelah makanan selesai dihidangkan, Cecilia nyuruh mas-masnya nunggu sambil dia ngubek-ngubek tas buat nyari receh untuk uang tips. Dalam keadaan telanjang. Mas-mas nya cukup sopan, ia inisiatif keluar kamar dan menunggu di luar, sehingga Cecilia mesti ke pintu kamar dalam keadaan telanjang untuk ngasih tipsnya. Dan tepat saat itu pula, 2 orang lelaki penghuni kamar seberang baru kembali untuk masuk ke kamar mereka. Mereka berdua lagi-lagi berpapasan dengan Cecilia yg sedang memberikan tips kepada pegawai hotel dengan bertelanjang bulat di ambang pintu kamarnya. Mereka berdua berdiri memandangi Cecilia sampai pegawai hotel pergi dan Cecilia pun menutup pintu kamarnya.
Eksib hari ini cukup asyik. Total ada 4 pria yg menyaksikan tubuh telanjang ku. Aksi eksib terakhir hari ini akan ku lakukan dengan naro piring sisa makanan ku di lorong hotel dengan keluar kamar tanpa mengenakan sehelai benang pun.
Aksi ku jalankan. Aku mengendap-endap ke luar kamar bugil, kemudian meletakan piring di lantai. Tiba-tiba “krekk”. Pintu kamar ku tertutup otomatis karena ngga aku buka sampe mentok. “oh shitt” ucap ku. Aku terjebak dalam keadaan bugil di lorong hotel. Mana mungkin aku ke resepsionis. Dan suasana lantai ini sangat sepi, maklum hotel tua. Tidak ada hp, dompet, dan apapun, aku terpaksa mengetuk pintu kamar seberang untuk minta tolong.
“tok tok tok” aku ketuk pintu kamar mereka. Dari peephole pintu pasti sudah terlihat aku yg sedang telanjang bulat berdiri kedinginan. Pintu pun dibuka. Kedua pria itu berdiri di hadapan ku.
“sori ganggu, aku kekunci pas naroh piring kotor… duhh, maluu bngt nih.. tolongin dongg”, ucap ku.
“ya udah masuk dulu, mba. Ntar diliat orang telanjang gitu di luar”.
Aku pun masuk ke kamar mereka. “Permisii” ucap ku.
“bisa tolong panggilin pegawai hotelnya ke sini ngga? aku mau minta kunci cadangan.” pinta ku.
“Waduh, udah malem gini. hotel kayak gini biasanya gak 24 jam pegawainya, mba.”, “iya, mesti nunggu besok pagi sih kayaknya”, Jawab mereka.
“yahh, gitu ya? terus gimana dong”, aku kebingungan.
“mba tidur di sini aja malem ini, besok pagi baru urus kamarnya”.
Sepanjang percakapan mereka memandangi tubuh ku dengan penuh napsu. Kalau aku mengiyakan, bisa dipastikan mereka akan ngerjain aku semalaman. Aku kemudian agak memaksa untuk meminjam pakaian supaya aku bisa turun ke resepsionis. Tapi mereka berdua seperti ogah-ogahan buat membantu ku. Akhirnya aku terpaksa ngeluarin kalimat pamungkas.
“nanti aku bayar deh” ucap ku
Mereka saling tengok, lalu membalas “sekarang aja bayarnya”
“dompet aku di kamar” jawab ku.
“bayar pake yg lain kan bisa” balas mereka lagi sambil ngusap2 selangkangan mereka.
Ya emang udah pasti sih arahnya bakal ke situ. Salah ku juga nyamperin kamar orang lain dengan telanjang bulat gini.
Kemudian aku menyadari ada handuk tergantung di samping ku persis. Langsung ku ambil kemudian lari keluar menuju lift. Untungnya kedua orang itu tidak mengikuti. Aku masuk lift dan turun ke lobby.
Pukul 12 malam, situasi sepi. Cuman tampak seorang resepsionis laki-laki bertugas. Untungnya dia bersedia membantu ku. Kami pun kembali ke elevator dengan dia membawa kunci akses khusus untuk membukakan pintu kamar ku.
Elevatornya agak sempit untuk 2 orang, maklum hotel tua dan murah. Ketika naik juga entah kenapa lift nya berenti di setiap lantai. “Malem gini emang kadang suka eror liftnya, mba”, katanya. Emang ada hawa horor juga sih nih hotel. Aku pun sempat membetulkan posisi handuk ku dengan melepaskannya terlebih dahulu. Meskipun mas resepsionis ini membelakangi ku, sepertinya ia bisa melihat sekilas lewat cermin ketika aku melepaskan handuk ku sesaat.
Pintu kamar ku pun terbuka. Senangnyaaa. Kedua orang di kamar seberang pun keluar dr kamarnya berbasa basi, “udah bisa pintunya, mba?” tanya mereka ramah. Sepertinya sih mereka khawatir kalau-kalau aku mengadukan kekurang ajaran mereka. “iya, nih” jawab ku.
Kemudian aku melepaskan handuk, sehingga tubuh ku telanjang bulat di hadapan keduanorang itu dan mas resepsionis yg membantu ku. “nih handuknya, makasih ya” ucap ku.
Kemudian aku mengajak mas resepsionis masuk ke kamar ku. “Sini mas masuk bentar aku kasih tip”. Dia pun mengikuti ku masuk ke kamar.
Sebenarnya tujuan ku cuman buat bikin kedua orang di kamar seberang ku itu kesel dan gregetan. Dan sepertinya berhasil, aku ngintip dr peephole pintu kamar ku, wajah mereka tampak kesal dan komat kamit.
Sedangkan mas resepsionis di kamar ku cuman ku kasih tip 50 ribu, terus abis itu aku suruh keluar.
Suatu ketika, Cecilia pergi ke luar negeri bersama kedua orang tuanya untuk urusan bisnis mereka. Orang tuanya sibuk ngurusin pekerjaan, sedangkan Cecilia boring sendirian di kamar hotel. Dia pun mengisi kebosanannya dengan membuat konten seksi depan kamera sambil direkam untuk kemudian diupload sebagai konten sosial media nya yg followers nya berjumlah ratusan ribu itu.
Dengan mengenakan bikini seksi, ia merekam dirinya sendiri keluar kamar menuju elevator. Di hotel yg ia tempati itu, ada pintu akses dr restoran ke kolam renang, ia berencana untuk berjalan dengan hanya mengenakan bikini melewati restoran untuk menuju kolam renang di saat jam makan siang.
Ketika di dalam elevator, Cecilia baru teringat kartu akses kamarnya ketinggalan. Ia pun terpaksa ke lobby hotel dahulu untuk minta kartu ekstra. Tapi karena musim liburan, lobby hotel pun ramai, para tamu mengantri untuk dilayani oleh resepsionis.
Ketika Cecilia baru keluar lift, semua orang yg ada di lobby terperangah dan terpaku memandangi kemolekan tubuhnya yg hanya dibalut bikini.
Cecilia terpaksa duduk di lobby sambil nunggu. Supaya ngga mati gaya, dia pun live streaming sosial media, ngobrol2 dengan followers onlinenya dengan menggunakan bikini sambil duduk di lobby hotel yg sedang ramai itu.
“Om yg di pojok mupeng banget tuh”, tulis seorang netizen di kolom chat. Cecilia pun tertawa kemudian noleh melirik om-om yg dimaksud. “Dance dong, kak”, pinta netizen lain. “Ntar ya pas sepi, sekarang lagi rame banget”, balas Cecilia.
Resepsionis sudah tampak sepi, Sambil tetap live streaming pake handphone, Cecilia mengurus kartu akses kamarnya, setelah beres ia pun kembali ke elevator, “mau liat aku dance kan?” ucapnya ke para penonton online.
Pas banget elevator lagi kosong. Sambil lift bergerak naik, ia senderkan hape di lantai, lalu mulai ngedance. Cecilia meliuk-liukan tubuhnya yg seksi dan hanya dibungkus bikini itu di dalam sebuah lift hotel.
Tengah asik ngedance, tiba-tiba ikatan bikini terlepas, ia pun buru-buru menahan dengan tangannya. Di saat bersamaan, pintu lift terbuka. Seorang lelaki paruh baya berdiri di sana. Ia cukup kaget melihat ada perempuan muda cantik jelita setengah telanjang sedang membetulkan posisi behanya di dalam lift.
“Sori” ucap Cecilia karena mempersembahkan pemandangan yg cukup vulgar kepada orang asing di dalam lift, sambil tetap berusaha mengikat kembali tali bikininya, dia tampak kewalahan.
“Boleh saya bantu?” ucap si lelaki ramah
Tanpa menjawab, Cecilia berjalan mendekati lelaki tsb kemudian berbalik untuk memberikan punggungnya. Dia pun mengikat rambutnya sambil si lelaki mengikatkan tali bikininya, sambil curi-curi kesempatan mengusap lembut kulit Cecilia dengan punggung jemarinya.
“Kamu keringetan banget” ucap si lelaki.
“he eh, panas banget tadi di lobby” balas Cecilia.
Memang kawasan yg sedang dikunjungi oleh Cecilia dan kedua orang tuanya ini adalah kawasan tropis dan berpantai.
Sambil mengusap-usap punggung Cecilia, si lelaki berbisik pelan “saya kasih 200 juta, temenin saya malam ini”. Cecilia diam saja, tentu ini bukan pertama kalinya ia mendapat tawaran seperti itu, mengingat kecantikan dan keseksiannya yg luar biasa, serta gaya berpakaiannya yg terbuka. Meskipun ia selalu menolak tawaran-tawaran aneh itu, tapi ini baru pertama kalinya ia ditawari dengan nominal sebesar itu.
Pintu lift terbuka di lantai kamar hotel Cecilia. “Makasih ya” ucap Cecilia meskipun tali bikininya belom selesai diikat lantaran si lelaki itu lebih fokus mengusap-ngusap punggung Cecilia. Dia pun keluar lift, tapi sebelumnya, si lelaki sempat memberikan kartu namanya dan diterima oleh Cecilia. Baru saja pintu lift tertutup, dia baru ingat handphonenya masih tergeletak di lantai lift. Dan live streamnya masih menyala. “Oh shit” gumam Cecilia. Selain karena hapenya yg ketinggalan, ia juga panik karena berarti aksinya barusan termasuk negosiasi tawaran 200 juta itu disaksikan oleh para viewers. “Semoga aja obrolannya ga kedengeran” batinnya.
Pintu elevator terbuka lagi. kosong. tidak ada siapa-siapa di sana, termasuk hapenya. Ia pun meyakini bahwa lelaki tadi yg membawa hapenya. Cecilia memeriksa kartu nama yg diberikan. Ia pun turun lagi ke lobby untuk menanyakan pemilik kartu nama tersebut nginep di kamar nomor berapa.
Ternyata lelaki itu adalah pemilik hotel tersebut. Ia tinggal di lantai paling atas. Lelaki itu sudah berpesan ke resepsionis untuk memberikan Cecilia akses ke lantainya kalau dia datang mencari hapenya. Cecilia pun menerima kartu khusus untuk sebagai akses ke lantai paling atas hotel. Dia kembali lagi ke lift dan menggunakan kartu khusus tersebut. Cecilia bercermin. Rambutnya ia rasa lepek dan kusam, wajah tanpa make-up, dan kulit yg berkeringat. Ia merasa tidak siap. Di sisi lain, lelaki pemilik hotel itu ternyata memantau gerak-gerik Cecilia di elevator dari ruangan monitor khusus di kamarnya. Ia menyaksikan gelagat Cecilia yg ingin terlihat cantik di hadapannya.
Baru saja ia kepikiran untuk balik ke kamar dulu buat dandan, pintu lift sudah terbuka. Cecilia keluar lift dan melangkah ke depan satu-satunya pintu yg ada di lantai itu. Tidak tampak tombol bell, jadi Cecilia mengetuknya. Si lelaki pun membuka pintu, dan tanpa basa basi mempersilahkan Cecilia masuk, tapi Cecilia menolak masuk. “Aku cuman mau ambil hape ku” ucap Cecilia.
“Apa 200 juta kurang?” balas si lelaki
“Aku lagi sama papa mama ku…” jawab Cecilia
“Ah, i see. Berapa lama kalian menginap di sini?” balasnya lagi
“mmmhh… masih 12 hari lagi” kata Cecilia
“Kalau begitu, selama sisa waktu itu kamar kalian diupgrade ke kamar paling mewah di hotel ini, plus 200 juta untuk kamu. Kalau menolak tidak apa-apa, ini hape kamu” ucap lelaki owner hotel tsb. Ia meletakan hape Cecilia di meja ruang tamu dan kemudian duduk di sofa. Cecilia yg tampak malu-malu pun perlahan melangkah masuk dan mengambil hapenya. Tapi Cecilia tidak langsung pergi, ia masih berdiri di situ. Pintu kamar pun tertutup otomatis.
Melihat kesempatan itu, si lelaki tidak menyia-nyiakannya. “Saya ngga akan nyentuh kamu. Saya cuman pingin liat kamu telanjang” ucap si lelaki.
Cecilia sama sekali tidak keberatan, tapi dia tidak menunjukkannya. “Ok… cuman liat aja ya, ngga boleh megang” ucap Cecilia. Dia pun mulai melepaskan bikininya dengan malu-malu tapi mau.
Si lelaki geleng-geleng kepala karena takjub. “Saya melihat banyak tamu hotel ini, tidak pernah ada yang seindah kamu” ucapnya. Cecilia pun tersipu. “Udah kan? apalagi?” kata Cecilia.
“Wait…” ucap si lelaki. Kemudian dia pun melepaskan pakaiannya dan kembali duduk. Cecilia cukup terkejut melihat penisnya yg besar meskipun belum mengeras. Si lelaki itu kemudian mulai mengusap-ngusap dan mengocok penisnya sambil terus memandangi Cecilia dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“I hope this is okay with you” ucap si lelaki.
Bukan hanya owner hotel itu yg terangsang oleh tubuh telanjang Cecilia, tapi diam-diam Cecilia juga sebenarnya ingin menikmati dan dinikmati. Dia berdiri dengan gelisah, bingung harus ngapain. Penis lelaki di hadapannya itu mulai mengeras, sebuah pemandangan yg membuat Cecilia makin gelisah. Instinct nya mengambil alih. Ia tidak lagi hanya berdiri diam, tapi juga meremas payudaranya dengan perlahan sambil menggigit bibir.
Lelaki owner hotel tersebut jelas sudah berpengalaman. Ia paham dengan uang, kekuasaan, dan kejantanannya, ia bisa dengan mudah mengontrol perempuan muda seperti Cecilia. Ia sadar betul bahwa Cecilia pun menginginkan dirinya.
“Saya mau mandi. Kamu mau ikut?” tanya si lelaki.
Cecilia mengangguk.
Sisa waktu menginap di hotel 12 hari bukan berarti Cecilia harus berurusan dengan pria pemilik hotel tersebut selama itu pula. Karena ketika mereka sedang asik ciuman, telepon berdering. Sang istri dr pria itu mengabarkan bahwa dia dan anaknya yg bernama Nadya sudah boarding, mereka pulang seminggu lebih cepat dr yg dijadwalkan dikarenakan pergolakan politik di negara yg sedang mereka kunjungi.
“Aku sama mama otw pulang, Pah!” suara perempuan dari telepon turut terdengar oleh Cecilia.
Perjalanan pesawat akan memakan waktu sekitar 7 jam. Minus 2 jam untuk si pria menjemput anak dan istrinya itu di bandara. Jadi dia dan Cecilia hanya memiliki waktu sekitar 5 jam untuk bersama.
Mendengar kabar itu, bukan hanya si pria yg berat hatinya, tapi Cecilia juga. Sepertinya di benak mereka berdua sudah terbayangkan hal-hal hot yg bisa mereka lakukan berdua selama 12 hari ke depan. Namun, sayang harapan itu sirna.
Cecilia tidak mau buang waktu. Dia melangkah kemudian naik ke atas kasur. “Cepetan, kamu udah bayar lho…” ucapnya sambil berpose menantang.
Si pria pun menjawab tantangan itu. Dia mendekat pada Cecilia yg duduk di ujung kasur. Cecilia tanpa banyak bicara langsung memasukan penis pria itu ke mulutnya dan memberikannya oral seks.
Pria itu merem melek dibuatnya. Di tengah blowjob nya, Cecilia menatap si lelaki sambil memberikan ekspresi-ekspresi wajah yg menggemaskan. Cecilia benar-benar tahu cara membuat lelaki terpesona oleh kecantikan maupun kenakalannya.
“Ini pertama kalinya aku jd perempuan bayaran” ucap Cecilia di tengah blowjobnya. “Tapi seandainya ngga dibayar pun aku ngga keberatan, abis kamu ganteng sih” tambahnya.
Mendengar itu, si pria langsung klimaks. Pejunya berceceran di wajah Cecilia. Si pria tampak malu karena ejakulasi dini. Sementara Cecilia dengan telaten membersihkan sisa-sisa peju di penis pria itu dengan menjilatinya.
“Sori.. saya jarang olahraga..” ucap si pria.
“It’s okay” balas Cecilia. “Sini…” Cecilia mengajak pria itu rebahan di kasur.
“Aku coba bikin bangun lagi ya…” ucap Cecilia. Dia pun kemudian menciumi dan menjilati tubuh pria itu. Gerak gerik Cecilia sangat natural. Ini bukan hasil pengalaman atau meniru adegan film, tapi memang instinct-nya sangat fasih dalam hal beraksi secara sensual dan erotis. Dia tidak butuh pelajaran atau pengalaman, karena bakatnya sangat alami.
Lelaki itu berbaring sambil dijilati dan diciumi seluruh tubuhnya oleh Cecilia, perlahan dari atas ke bawah. Ketika sampai area selangkangan, penisnya sudah berdiri lagi.
“Yeeeyy aku berhasil” ekspresi girang Cecilia semakin bikin pria itu gemas. Cecilia lanjut memberikan pria itu blowjob sebentar, kemudian ia melangkah ke meja yg ada foto keluarga pria itu. “Ini anak kamu ya? cantik juga. Siapa namanya? Umur berapa?” tanya Cecilia. “Nadya. Umur 19” jawab lelaki itu singkat sambil tetap berbaring di kasur. “Oh, seumuran sama aku” balas Cecilia. “Bentar ya minum dulu, aus” ucap Cecilia.
Cecilia memang orangnya supel, dia merasa seperti sudah di rumah sendiri. Dia pun mondar-mandir sambil telanjang mencari dapur di tempat yg besar ini. Pembawaannya yg ceria dan childish itu membuat si pria semakin gemas. Ia pun mengikuti Cecilia ke dapur.
Dia tidak mau menyia-nyiakan ngacengnya itu. Cecilia sedang nungging sambil ngubek-ngubek kulkas mempertontonkan keseksian tubuh telanjangnya dari belakang. Si pria itu pun langsung memasukan penisnya ke vagina Cecilia dr belakang. Cecilia sempat kaget sebentar, terutama karena ukurannya. Tapi kemudian ia menikmati.
“ngghh.. ahh… buru-buru banget…” ucap Cecilia yg belum sempat minum.
“waktu kita ngga banyak..” balas si pria sambil terus menyodoknya.
Cecilia menyesuaikan ritme goyangan pinggul pria yg jauh lebih tua darinya itu. “anghh… enak banget, sayang” Cecilia memanggil pria itu dengan sebutan “sayang”. Pria itu pun makin bernapsu. Sebagai orang kaya raya yg sudah pernah ditemani banyak wanita, baru kali ini dia bertemu yg seperti Cecilia. Di matanya, Cecilia tidak sedang acting atau pura-pura untuk memuaskannya, melainkan menjadi diri sendiri apa adanya. Dan memang iya, Cecilia adalah perempuan langka itu.
Tiba-tiba Cecilia berhenti, lalu berkata dengan ekspresi kaget “eh, kamu gak pake kondom ya??”. Si pria menjawab “nggak, is that a problem?”
“Mmmm, ya udah deh gpp…” balas Cecilia sambil kembali menggoyangkan pinggulnya.
Sepertinya semesta memang tidak merestui aksi mereka. Handphone Cecilia berdering nyaring dengan nada dering khusus yg menandakan bahwa itu panggilan dr orang tuanya.
“Ngghh… bentar, ortu ku nelpon…” ucap Cecilia sambil berusaha melepaskan penis pria itu dr liang vaginanya. Dia pun setengah berlari ke ruang tamu untk mengangkat panggilan tsb.
Orang tuanya menanyai perihal sudah makan belum, dll. Si pria kembali terpaku memandangi kecantikan perempuan muda di hadapannya. Dia merasa sangat beruntung sekali.
Menyadari dirinya sedang dipandangi, Cecilia sambil tetap telponan merenggangkan kedua kakinya dan memainkan vaginanya dengan jemarinya. Ia mempersembahkan tontonan yg membuat pria manapun merasa ingin segera merangkak dan menciumi vaginanya. Dan hal itu persis yg dilakukan oleh pria pemilik hotel. Ia mengendus-endus vagina Cecilia yg sedang duduk sambil teleponan, dan kemudian menjilatinya.
“nghh… iyaa, tenang… aku bisa jaga diri, kok… ngghh” Cecilia meladeni percakapan telepon sambil berusaha untuk tidak mendesah sambil menjambak-jambak rambut pria itu.
“Nakal ya kamu” ucap Cecilia seusai teleponan.
“Kamu yg mancing-mancing” balas si pria.
Mereka pun kemudian ciuman dengan mesra sambil berpelukan erat. Sebuah aksi yg tak wajar jika dilihat dr perbedaan usia mereka. Tapi tanpa disangka-sangka, ternyata Cecilia sangat menikmatinya.
Mereka pun melanjutkannya di atas kasur. Gantian kini tubuh Cecilia yg penuh keringat dijilati dan diciumi oleh pria itu. Cecilia menggelinjang kegelian sambil tertawa kecil. Cecilia memang cantik natural. Bibirnya yg merah merona meski tanpa lipstick dilumat habis pria itu. Lidah mereka bertautan. Sambil ditindih, Cecili berusaha menggapai penis lelaki itu untuk mengarahkannya masuk ke vaginanya. “Entotin aku, sayang” ucap Cecilia.
“Call me daddy” ucap si lelaki sambil menyodok-nyodok memek Cecilia.
“Ahngg.. daddy, fuck me daddy, fuck me hard… ahnggg” Cecilia mendesah keenakan.
Aslinya Cecilia bukan perempuan nakal. Memang iya dia suka eksib, tapi soal berhubungan badan, seumur hidupnya bisa dihitung jari. Tapi kali ini dia membiarkan tubuhnya mengambil alih kesadarannya. Ia bukan lagi sekadar Cecilia yg gemar eksib, tapi Cecilia yg kerasukan Succubus. Si pria pun tau persis bahwa Cecilia sungguh-sungguh menikmati ini. Hal itu terasa di setiap inci ekspresi tubuh dan wajah Cecilia.
“Saya boleh keluarin di dalem ngga?” tanya si pria. Cecilia pun mengangguk sebelum kemudian mencipok bibir pria itu.
Selama 5 jam mereka bercinta dengan ganti-ganti gaya dan lokasi, seperti layaknya pasangan pengantin bary. Padahal usia mereka terpaut sangat jauh.
POV singkat Cecilia
Ketika dia nyodokin memek ku dr belakang di ruang tamu dan aku menghadap pintu. Ada suara ketukan pintu. “Permisi, nyonya dan non Nadya sudah akan mendarat pesawatnya, Pak” ucap suara dari balik pintu.
“Masuk” ucap si pria yg sedang ngentotin aku. Aku kaget mendengar itu, tapi bingung mesti ngapain di kondisi kayak gini. Pintu pun terbuka. Dari pakaiannya orang itu sepertinya ajudan atau supirnya si pria ini. Dia melihat kami berdua yg sedang telanjang bulat bersenggama ini.
“Mobil sudah siap?” tanya si pria sambil terus menggenjot ku. Aku pun mendesah keenakan, tapi pandangan ku tertuju ke ajudannya yg ada di hadapan ku. Dia pun turut ngeliatin aku.
Sepertinya pria yg ngentotin aku ini tipe orang yg suka memamerkan keperkasaannya dalam menaklukan wanita kepada para anak buahnya.
“Ya sudah, saya mandi dulu” ucapnya. Kemudian ia melepaskan penisnya dr dalam memek ku. Huh, enak aja. Aku langsung mendorongnya rebahan di sofa dan kemudian menungganginya, “kan tanggung belum keluar, daddy” ucap ku manja.
Sambil ditonton oleh ajudannya. Aku menunggangi pria pemilik hotel ini sampe dia klimaks dan orgasme untuk kesekian kalinya di memek ku.
Kemudian ajudannya disuruh menunggu sambil kami berdua mandi bareng. Dia selesai dluan karena harus buru-buru ke bandara. Sedangkan cewe mandinya lama, jd dia membiarkan ku berlama-lama, tapi intinya aku harus sudah pergi sebelum dia dan keluarganya kembali. Dia memberikan credit card, aku disuruh belanja shopping sampai nominal yg dijanjikan, tapi lebih dikit ngga apa-apa katanya. Ajudannya ternyata disuruh menemani ku belanja, kalau sudah selesai nanti kartunya kasih ke ajudannya itu. Ketika aku masih mandi, si pria itu sudah berangkat menuju bandara. Ajudannya nungguin aku yg sedang mandi ini.
Aku keluar kamar mandi dengan telanjang bulat. Toh dia udah ngeliat semuanya ini. Mukanya mupeng amat ngeliat aku. “Sori ya, mas, aku capek” ucap ku menjawab isi pikirannya. Dia pun tertunduk lesu. Tapi karena kasian, aku duduk di sebelahnya, “mana sini, aku kocokin aja ya, ngga lebih” ucap ku.
“Di kamar mandi aja, biar ngga berceceran” balasnya. Mungkin dia takut ketahuan.
Kami berdua pun ke kamar mandi. Di bawah shower aku ngocokin dia. Dia pun melepas semua pakaiannya, takut berantakan katanya.
Niatnya sih cuman ngocokin, tapi namanya manusia, entah gimana ceritanya tau-tau dia udah menggerayangi dan menciumi ku, meskipun males-malesan tapi tetap aku ladeni ciumannya itu. Dan entah gimana, aku sudah berlutut dan memberikannya blowjob seperti yg kuberikan kepada bossnya dia.
Dia muncrat sekali. Kemudian kami beres-beres. Aku ke kamar ku untuk ganti baju sebelum pergi shopping ratusan juta.
Di mobil setelah belanja, sebelum mengantarkan ku pulang, dia membawa ku ke parkiran sepi dan di sana dia meminta lebih dari dikocokin atau blowjob. Aku pun ML dengannya di mobil sampe dia muncrat 2 kali.
Ini pengalaman singkat pertama ku (dan mungkin terakhir kali juga, siapa tau) sebagai perempuan bayaran.
“Bangun, non. Nanti ketinggalan pesawat”, suara supir Cecilia berusaha membangunkannya dari luar kamar.
Sehari sebelumnya Cecilia sudah berpesan untuk membangunkannya, takut kesiangan.
“Buka aja pintunya”, ucap pamannya Cecilia.
“Saya ngga berani, Pak” jawab supirnya.
Paman Cecilia berkunjung untuk menjemput keponakannya itu. Cecilia ingin liburan di luar kota dan nginep sementara di rumah paman dan bibinya, tapi dia takut naik pesawat sendirian, jadi pamannya berkunjung hanya untuk menjemputnya.
Pamannya membuka pintu kamar Cecilia yg tidak terkunci itu. Siapa sangka mereka berdua langsung disajikan pemandangan perempuan cantik yg telanjang bulat sedang berbaring di kasur.
Cecilia dibangunkan oleh paman dan supirnya yg masuk ke kamarnya. Setelah Cecilia bangun, mereka berdua tidak langsung pergi. Cecilia pun tidak terlihat malu-malu bertelanjang tubuh di hadapan mereka.
“Aku mandi bentar ya. Nyalain aja mobilnya, sama tolong koper ku angkatin ke mobil, Pak”, ucap Cecilia yang bergegas masuk ke kamar mandi.
Paman dan supirnya duduk menunggu di dalam mobil, tapi waktu terus bergulir. Pamannya tidak tenang dan memutuskan untuk masuk memanggil Cecilia yg masih berada di kamar mandi. Ketika pintu diketuknya, Cecilia membuka pintu dalam keadaan telanjang, lagi.
Bodohnya Cecilia, seluruh pakaiannya ada di dalam koper tadi. Saking buru-burunya akhirnya Cecilia langsung berjalan ke mobil bersama pamannya itu, dan dalam keadaan telanjang bulat dia masuk ke mobil di kurai tengah, disusul oleh pamannya yg duduk di kursi depan sebelah supir. Untung di rumahnya sedang tidak ada siapa-siapa selain mereka bertiga.
Cukup lama Cecilia bertelanjang tubuh di dalam mobil. Supir dan pamannya pun tak henti-hentinya mencuri-curi pandang dr spion tengah. Kadang pamannya pun menoleh ke belakang untuk mandangi tubuh Cecilia dengan modus berbasa basi. Seumur hidup mengenal keponakan cantiknya itu, ini pertama kalinya ia bisa melihatnya telanjang, apalagi sedekat ini.
Cecilia yg memang nakal dan suka eksib pun dengan sengaja ngga langsung berpakaian. Dia sengaja berlama-lama dengan dalih mengeringkan tubuhnya dengan kipas elektrik kecil yg tersedia di dalam mobil.
“Sering dapet pemandangan kayak gini, Pak?” tanya paman ke supir terang-terangan di depan Cecilia.
“Waduh… haha”, jawab pak supir serba salah.
“Dia mah lebih juga pernah”, sahut Cecilia.
“Oya? lebih kayak apa tuh, Cel?” balas si paman.
“Sini ke belakang, biar tau” jawab Cecilia.
Di tengah kemacetan sang paman pindah ke kursi belakang tanpa turun dari mobil. Cecilia langsung menyambutnya dengan mencium bibirnya. Mereka berpelukan sambil cipokan dengan mesra.
“Saya mana pernah kayak begituan sama non Cecilia,” ucap pak supir dr depan.
“Oh, ngga pernah ya? ya udah sini pernahin”, jawab Cecilia nakal sambil sekujur tubuhnya digerayangi oleh pamannya dengan penuh nafsu. Tentu saja pak supir tidak berani karena ada om nya Cecilia, dia nggak mau kehilangan pekerjaannya.
Bukan tanpa alasan om nya Cecilia begitu bernapsu. Sejak kemarin ketika sampe, Cecilia sudah tampil menggoda dengan berpakaian minim di rumahnya, dan gayanya yg supel dan bitchy itu jg sangat menggemaskan bagi lelaki manapun yg bertemu dengannya.
Tubuh Cecilia yg masih lembab karena habis mandi itu diciumi dan dijilati oleh om nya. Sejak kejadian yg lalu di hotel di mana ia menjadi wanita bayaran, Cecilia semakin tidak jaim lagi dalam melampiaskan nafsunya. Dengan terang-terangan Cecilia meraba-raba bagian selangkangan om nya yg masih berpakaian lengkap itu. Om nya pun menuruti kemauan Cecilia. Mereka berdua kini telanjang bulat di kursi tengah mobil.
Bandara sudah di depan. Antrean mobil menunggu untuk antar-jemput. Supirnya bingung harus bagaimana.
“Nanti beli tiket next flight aja, di depan kalo ga salah ada hotel…” Ucap Cecilia sebentar melepaskan bibirnya dari cipokan om nya.
“Ya udah gitu aja” balas om nya singkat. “Nanti kalo tante nanya bilang aja kamu ketiduran sampe siang”, tambahnya lagi.
Kemudian mereka berpakaian lengkap karena mobil diperiksa security sebelum masuk hotel.
“Om udah lama ya napsu sama aku?” tanya Cecilia sesaat sebelum mobil berhenti.
“emang kenapa?” Balas om nya
“Dari dulu kan tiap ketemu om suka megang-megang aku”, jawab Cecilia. Memang om nya Cecilia ini dari dulu setiap kali ketemu ada saja modusnya untuk bisa menyentuh tubuh indah Cacilia.
“Abis kamu cantik banget, Cel”, balas om nya lagi.
“Nanti lampiasin aja sepuasnya, mumpung ngga ada tante…” balas Cecilia. Mereka pun turun dr mobil dan langsung check-in.
Next flight yg mereka booking masih 4 jam lagi. Begitu masuk kamar, Cecilia dan om nya langsung bercinta dengan mesra kayaknya pasangan suami istri. Tidak ada satu inci pun di tubuh Cecilia yg luput dari jamahan om nya.
Sambil menjilati memek Cecilia yg tengah berbaring terlentang sambil mengangkang, om nya berkata “ngga nyangka perempuan secantik kamu bisa liar begini, Cel”.
“Abis kemaren malem om yg mulai”, balas Cecilia. Maksudnya, kemarin malam ketika menginap di rumahnya Cecilia, saat mengobrol berduaan di malam hari, om nya tidak henti-henti berusaha menyentuhkan tubuhnya ke tubuh Cecilia dengan berbagai macam
modusnya.
Selama 4 jam itu mereka gonta-ganti gaya. Om nya ternyata cukup prima untuk meladeni hasrat liar dan hyper Cecilia. Cecilia bahkan memanggil supirnya untuk mengantarkan koper yg berisi pakaian, dan ketika supirnya tiba, ia menyuruhnya masuk. Si supir melihat Cecilia sedang doggy style dengan om nya itu.
“nghh… anghhh… taro aja di situ… pak” ucap Cecilia sambil disodok-sodok memeknya.
Supirnya mematung melihat anak majikannya yg sangat cantik dan seksi itu sedang ML di hadapannya. Melihat itu Cecilia berkata lagi “bapak nonton boleh, pergi boleh… tp jangan ikutan ya.. aku capek.. ahmng.. ahnggg”.
Si supir memutuskan untuk coli di tempat saja sambil ngeliatin anak bos nya itu. Tapi malah Cecilia yg ngga tahan. Ia pun meraih kontol supirnya dan memasukannya ke dalam mulutnya. Jadilah Cecilia disodok di mulut dan di memek di saat bersamaan.
Om nya muncrat untuk kesekian kalinya. Cecilia juga. Tapi supirnya belum. Sedangkan sudah mepet.
“Kalian berdua lanjutin di mobil aja, saya yg nyetir” ucap om nya.
Mereka semua pun berpakaian dan menuju mobil. Di mobil, Cecilia dan supirnya duduk di tengah, dan mereka kembali melepaskan pakaian mereka.
Lalu lintas sangat macet, si supir tampak senang. Cecilia yg sudah lelah hanya meladeni napsu menggebu-gebu dr supirnya itu seadanya. Cecilia rebahan ditindih dan dientot oleh supirnya.
“kok belom keluar sih?” tanya Cecilia
“Saya sukanya cewek di atas, non” jawab supirnya.
Menyadari waktu yg tersisa sedikit, Cecilia tidak terima kalau ia gagal membuat cowo muncrat. Cecilia pun totalitas, supirnya disuruh bersandar. Cecilia naik ke pangkuannya sambil memeluknya. Kontol supirnya ia arahkan masuk ke memeknya, dan mulai menungganginya dengan ulekan yg luar biasa nikmat. Tidak lupa Cecilia pun mencipok supirnya itu dengan sangat hot, jauh lebih hot daripada yg ia dan om nya alami barusan.
“ahmngg… ahnggg… Aku udh lama pingin ngentot sama kamu… ahngg…” Cecilia memulai dirty talknya sambil menunggangi kontol supirnya itu. Pamannya terpaksa menegur karena goyangnan Cecilia sampai membuat badan mobil turut bergoyang.
“kamu pernah ngintip aku mandi kan.. ahngg… besok besok kalo ngintip lg… ahngg… langsung masuk aja…. ahngg… aku mau kok ngentot sama kamu…. ahngg” Cecilia terus lanjut tanpa menghiraukan teguran om nya itu.
Sekejap kemudian supirnya pun muncrat. Cecilia menyudahinya dengan memberikan ciuman brutal yg membuat wajah mereka berdua dipenuhi air liur.
“Udah puas kan? jangan ketagihan ya, ntar aku repot” ucap Cecilia.
Mereka pun berpakaian.
Cecilia dan om nya kemudian berangkat naik pesawat untuk liburan di tempat om dan tantenya itu.
Saat ini aku tengah bercumbu di dalam mobil taksi online di parkiran kampus ku, padahal 15 menit lagi kelas dimulai, dan hari ini jadwal ku presentasi tugas. Padahal baru beberapa bulan lalu aku dibayar 200 juta buat melayani seorang pemilik hotel, dan sekarang tubuh ku sedang dinikmati gratisan oleh supir taksi online yg baru pertama kali ku temui.
Emang sih aku hari ini ngga pake beha, cuman tanktop putih tipis ngatung yg menampakan perut ku dan cardigan hitam untuk menutupinya. Tapi sejak aku masuk mobilnya, si pak supir ngeliatin aku dengan wajah mupeng banget. Bahkan di sepanjang perjalanan aku digombalin terus. Manaa ac mobilnya ngga dingin lagi, aku sampe terpaksa ngelepas cardigan biar ngga mati kepanasan…
Tadinya aku duduk di kursi belakang, tapi kemudian pindah ke depan, niatnya sih supaya kena hembusan angin AC, tapi si pak supir kayaknya menangkap lain. Begitu aku duduk dia langsung modus mau masangin seat belt ku sambil ngerogoh-rogoh nyari ujung sabuk pengamannya, otomatis badannya nempel-nempel ke badan ku..
“ngga usah, pak, udah deket kok” ucap ku menghentikan upayanya menggerayangi ku secara tidak langsung itu.
Hujan turun deras, lobi kampus penuh sesak oleh antrian kendaraan. Ketika mau turun karena ngga bawa cash aku harus bayar secara digital, tapi internet mati total. Karena ngga enak menghambat antrian aku suruh pak supir cari parkir aja dulu.
Internet ngga kunjung nyala. Si supir drtd ngeliatin aku yg ngutak ngutik hape di sebelahnya cuman pake tanktop tanpa beha. Keringet ku udah ngucur drtd saking panasnya mobilnya, tanktop putih tipis ini pun jd agak menerawang.
“Kenapa sih pak ngeliatin gitu?” ucap ku
“eh, ngga apa-apa, mba nya seksi banget..” balasnya.
“aku bayarnya nanti aja ya, internetnya lagi mati” balas ku lagi
“ngga bisa gitu dong, mbak. Nanti saya lapor pihak berwajib” balasnya nyolot.
“Yailah, cuman 100 ribu doang, pak. Mobil bapak saya beli jg bisa, ini cuman internetnya aja lagi mati” balas ku dengan kesal.
“kalo ngga gini deh, kalo saya boleh megang-megang mbak, mbaknya ngga usah bayar” ucapnya
“megang apa?” aku penasaran
“megang itu teteknya” jawabnya
Hahhh, gila aja. Tubuh ku yg dibayar pemilik hotel seharga 200 juta ini sekarang mau dipegang-pegang cuman untuk 100 ribu. “Ngga ah, najis” balas ku dengan memasang wajah jijik.
“ya udah, terserah mbak aja” balasnya.
Kalau dipikir-pikir lagi, baru beberapa minggu lalu tubuh ku ini dinikmati secara gratisan oleh om sekaligus supir ku sendiri… Tapi waktu itu aku nya yg lagi pingin, sedangkan sekarang aku lagi pusing mikirin tugas kampus, ga ada gairah ke arah sana.. Mana setengah jam lagi kelas dimulai dan aku mesti presentasi… duhh…
Aku yg daritadi menatap ke luar jendela menoleh ke arahnya, dia sedang memandangi ku seperti ketika pertama kali aku masuk mobilnya, dengan tatapan penuh napsu.
“megang aja ya, ngga lebih.. cepetan, aku ada kelas” ucap ku dengan ketus.
“Oke” ucapnya. Kemudian ia melancarkan aksinya. Payudara ku diusap-usap, digenggam, dan diremasnya tanpa masuk ke dalam tanktop.
“turunin aja senderannya, biar mbaknya nyaman” ucapnya. Entah kenapa aku pun menurutinya. Kini aku duduk senderan sambil payudaraku dimainin dengan tangannya. Kemudian lengan ku diangkatnya, lalu ketiak ku dijilatnya. “Wangi banget ketek cewek cantik” ucapnya. Aku yg tadinya risih dan kesal entah kenapa mulai terbawa suasana.
Dia terus menciumi ketiak ku sambil meremas2 payudara ku.. Aku menyudahinya dengan merapatkan lengan ku. “Udah kan?” ucap ku.
“Bentar banget, mbak. 5 menit lagi deh” dia menawar.
“ya udah cepetan” balas ku
Dia melanjutkan aksinya. Tapi ketika lengan ku hendak diangkatnya, aku tahan. Geli ah dijilatin ketek. Eh mulutnya malah nyosor ke tempat lain, sekarang leher sampai dada ku yg di ciuminya, sambil tangannya berusaha memelorotkan tanktop ku, tapi aku tahan. Setiap kali pentil ku terbuka, dia langsung nyosor hendak menghisapnya, tapi langsung dengan sigap aku naikan kembali tanktop ku, sehingga dia terpaksa menghisap puting ku dr luar karena ketutupan tanktop. Padahal sih pentil ku udah ngga karuan ngejiplak gara-gara tanktop ku yg sudah basah oleh keringat ini makin ditambah basah oleh liurnya.
Kayaknya sih udah lewat 5 menit. Tapi aku biarin aja dia nerusin. Karena di lobi jg terlihat masih padat antrean kendaraan, dan kalo telat nanti tinggal alesan ujan gede. Ini pertama kalinya aku nyusuin supir taksi online di parkiran pas ujan gede gini. Apalagi di luar lagi rame. Tapi karena ujannya gede banget jadi ga ada yg curiga.
Tiba-tiba dari jendela pengemudi ada yg ngetuk. Kami berdua kaget. “butuh payung??” suara anak kecil ojek payung menawarkan jasanya. Si supir melirik ke arah ku, mungkin dikiranya 5 menit sudah habis dan aku siap pergi sekalian pake ojek payung. Tapi aku menggelengkan kepala ke anak kecil ojek payung itu, dia pun pergi.
Seketika anak itu pergi, si supir langsung menggerayangi ku lagi. Kali ini ketika dia menarik turun tanktop ku, tidak aku tahan. Bahkan aku tidak kuasa lagi untuk tidak menjambak rambutnya ketika dia memainkan puting ku dengan lidahnya.
Kayaknya sih udah lewat 5 menit. Tapi aku biarin aja dia nerusin. Karena di lobi jg terlihat masih padat antrean kendaraan, dan kalo telat nanti tinggal alesan ujan gede. Ini pertama kalinya aku nyusuin supir taksi online di parkiran pas ujan gede gini. Apalagi di luar lagi rame. Tapi karena ujannya gede banget jadi ga ada yg curiga.
Tiba-tiba dari jendela pengemudi ada yg ngetuk. Kami berdua kaget. “butuh payung??” suara anak kecil ojek payung menawarkan jasanya. Si supir melirik ke arah ku, mungkin dikiranya 5 menit sudah habis dan aku siap pergi sekalian pake ojek payung. Tapi aku menggelengkan kepala ke anak kecil ojek payung itu, dia pun pergi.
Seketika anak itu pergi, si supir langsung menggerayangi ku lagi. Kali ini ketika dia menarik turun tanktop ku, tidak aku tahan. Bahkan aku tidak kuasa lagi untuk tidak menjambak rambutnya ketika dia memainkan puting ku dengan lidahnya.
Aku melepaskan kontolnya dr mulut ku kemudian menatapnya dengan wajah kami berdekatan. Aku menatapnya dengan memasang ekspresi manis campur sange. Kalau ia mencium ku, aku akan langsung melepaskan seluruh pakaian ku dan membiarkannya melakukan apapun yg ia inginkan terhadap ku.
Dan itulah yg terjadi. Dia mencium ku dan aku langsung membalasnya dengan ciuman yg lebih liar. Lidah ku menjilati seluruh mulutnya seolah sedang membersihkannya. Aku yang tadi jaim kini sudah bodo amat. Bertambah lagi 1 orang lelaki yg tahu betapa liar dan nakalnya aku.
Sambil cipokan, kami saling melucuti pakaian masing-masing. Kemudian aku inisiatif pindah ke kursi tengah disusul olehnya. Aku dan supir online itu kini telanjang bulat di kursi belakang mobilnya. Tubuh ku dijilati dari ujung ke ujung olehnya. Belum selesai aku melepas sepatu, dia sudah buru-buru merebahkan ku.
“baru ini gw ketemu cewek secantik loe” ucapnya sambil menjilati tubuh ku. Kemudian dia duduk, aku pangku menghadapnya. Kontol besarnya itu masuk perlahan, kemudian hape ku berdering di tas di kursi depan, aku berusaha mengambilnya dengan sedikit kayang ke belakang, tapi posisi ini malah makin membuat kontolnya menusuk semakin dalam ke titik sensitif ku. Aku malah mendesah dan menggoyang-goyangkan pinggul ku tanpa kunjung menjawab dering hape ku sampai deringnya hilang. Pak supir pun makin menggoyang-goyangkan pinggulnya dan makin bikin aku keenakan.
Hape ku berdering lagi, tampak nama ketua kelompok tugas presentasi ku di layar hape. Harus aku angkat. “Loe di mana?” tanya ketua kelompok ku.
“hhh… hhh… ujan gede nih… ahhh gede banget… bakal telat kayaknya… hhh” jawab ku sambil menahan diri untuk tidak mendesah. Si pak supir malah makin meningkatkan tempo goyangannya bikin aku hampir mengerang keenakan karena klimaks, tapi ku tahan dengan menahan mulut ku dengan tangan ku sendiri.
“Gedean mana sama punya gw?” terdengar salah satu anggota kelompok laki2 yg memang alay dan bercandanya mesum nyeletuk dari sana. Alay banget, padahal kenal jg nggak. Tapi di kampus ini aku memang terkenal sebagai primadona kampus yg cantik dan seksi dan sudah terbiasa digodain mesum gitu, bukan hanya oleh mahasiswa, bahkan oleh dosen juga. Mungkin karena gaya berpakaian ku yg menonjolkan keseksian tubuhku.
“hhhh… jauh lebih gede.. yg ini.. hhhh” ucap ku meladeni candaan celetukannya itu tanpa sengaja.
“ya udah Cecil, buruan ya” ucap ketua kelompok kemudian teleponnya ditutup.
Setelah panggilan itu, aku membiarkan pak supir lanjut ngentotin aku sampai aku klimaks berkali-kali. Dia muncrat 3 kali, semuanya di memek ku. Ga mau ngotorin mobilnya, katanya. Sialan, berarti dia mendingan ngotorin aku drpd ngotorin mobilnya.
Beneran ternyata aku dibuat kelojotan olehnya. Setelah selesai ngentot dan berpakaian, ketika mobil bergerak dr parkiran ke lobby, aku sempatkan nyepongin kontolnya sambil dia nyetir tanpa dia minta. Ngga sampe muncrat sih.
Hujan belum reda, tapi udah mendingan. Waktu yg mepet ini aku gak mungkin sempet bersih-bersih.
“Tutup tuh risletingnya, ntar diliat orang” ucap ku sebelum turun dr mobil.
“tutupin dong” jawabnya
Aku pun menunduk dan menutup risletingnya dengan mulut ku dengan cara menggigitnya. Kemudian aku cipok dia dengan singkat. Kayaknya ketika aku mencipoknya ada beberapa orang di luar mobil yg ngeliat ke dalem deh, tapi bodo amat ah.
Kemudian aku melangkah buru-buru ke kelas untuk presentasi. Dengan memek yg terisi lendir pak supir, dan kulit ku yg lembab oleh sisa-sisa percumbuan kami tadi. Aku bahkan tidak sempet ngaca dulu saking buru-burunya. Siapa sangka mungkin yg aku presentasikan nanti di kelas bukan tugas kuliah, tapi tubuh ku sendiri.
“Aduh, pak.. maap telat, ujannya gede banget” ucap ku memohon untuk masuk kelas.
Saat ini bukan cukan tanktop, tp cardigan ku jg basah karena keringet ku ngerembes, rambut ku jg lepek karena basah. Seluruh kulit ku lembab oleh keringat. Penampilan ku persis kayak orang abis keujanan, padahal sebenernya karena abis dicumbui di parkiran.
Mungkin karena ngga tega ngeliat aku yg basah kuyup gini, dan karena mupeng ngeliat penampilan ku, pak dosen akhirnya mengizinkan ku masuk meski udah telat 1 jam lebih. Dan pas banget giliran kelompok terakhir yg presentasi, yakni kelompok ku. Karena aku telat dan belom briefing apa-apa jadinya aku ditugaskan buat ngeklik next next slide powerpoint aja di komputer. Komputernya ada di meja dosen, jadi aku duduk persis di sebelah dia.
Sepanjang presentasi aku hanya duduk ngeklik mouse aja. Sesekali aku melirik ke pak dosen di sebelah ku dan mergokin dia lagi ngeliatin aku. Pak dosen ada di sebelah kanan ku persis, kelompok presentasi di sebelah kiri ku, layar komputer ada di depan ku. Menyadari pak dosen ngeliatin aku, aku kemudian memiringkan tubuh ku sedikit ke arahnya, tapi kepala ku tetap menghadap layar komputer. Seisi kelas ngga ada yg bisa ngeliat aku dengan jelas karena ketutupan meja dan layar komputer. Jadi cuman pak dosen ini aja yg bisa ngeliatin aku dengan sangat jelas dan sangat dekat, bahkan sesekali kaki kami bersentuhan.
Ketika kelompok ku menjelaskan satu slide yg panjang penjelasannya, aku dengan sengaja menyenggol pulpen pak dosen di meja. Pulpennya jatoh ke kolong, aku ambil dengan membungkuk ke arahnya sambil menahan rambut ku agar tidak tergerai ke bawah. Payudara ku yg hanya tertutup tanktop basah dan tipis tanpa bra ini bisa dilihat makin jelas olehnya. Aku sengaja menyuguhkan pemandangan tubuh ku, selain krn berterima kasih boleh ikut kelas meskipun telat sejam lebih, juga karena tubuh dan pikiran ku masih horny mode.
Sepanjang presentasi aku duduk menghadap pak dosen memunggungi kelompok ku tapi kepala ku noleh ke layar monitor.
Waktu nunduk ngambil pulpen, sebelah bahu ku terekspos krn cardigannya melorot sebelah, tapi ngga aku benerin posisinya. Sebenernya pingin aku copot aja cardigannya, tapi males ah banyak mahasiswa/i lain.
Presentasi selesai, kelas pun selesai. Tapi karena aku telat banget aku dikasih tugas buat ngerangkum semua file tugas kelompok hari itu (cuman 4 sih) di komputer tsb. Gampang sebenernya tinggal copy paste.
Pas seisi kelas bubaran aku masih duduk di meja dosen ngutak ngutik komputer, cardigan ku tutup rapat dengan menahannya pake tangan ku. Sampai kelas kosong dan tinggal pak dosen yg tersisa, baru aku lepaskan tangan ku, belahan dada dan pusar ku pun kembali bisa dinikmati oleh pak dosen yg daritadi duduk di samping ku.
Suara berisik orang lalu lalang di lorong pas bubaran kelas. Aku inisiatif berjalan ke pintu dan menutup pintu kelas yg tadi dibiarkan terbuka.
“Kenapa? keganggu berisik ya?” tanya pak dosen
“iya, pak” jawab ku sembari kembali duduk.
“Kalo saya di sini kamu keganggu ngga?” tanyanya lagi
“ngga kok, malah aku seneng ada yg nemenin” jawab ku
Aku kemudian menanyakan sesuatu terkait tugas tsb, dia menjelaskan dengan memegang mouse yg sedang aku pegang, otomatis tangannya memegang tangan ku. Kemudian dia berdiri dan makin merapatkan tubuhnya dengan sedikit membungkuk sambil mengajari ku dengan merangkul ku. Dari posisinya, dia bisa memandangi dada ku dari atas dengan jelas. Tapi kayaknya masih kurang jelas deh, maka aku bermurah hati dengan melepaskan cardigan ku.
Aku menghalau tangannya yg sedang merangkul ku. Dia agak kaget, mungkin dikiranya aku tersinggung digerayangi gitu. Tapi kemudian tanpa berkata apa-apa aku melepaskan cardigan ku. “gimana tadi? sori aku gerah” ucap ku setelah melepaskan cardigan. Dia pun kembali menjelaskan. Rangkulannya yg tadi bersentuhan dengan kain cardigan, kini bersentuhan dengan kulit ku langsung.
“kamu keringetan banget” ucapnya sambil mengusap-usap lengan dan bahu ku. “iya abis gerah banget” jawab ku. Seandainya ini bukan di ruang kelas, mungkin aku akan jauh lebih nekad dari ini, dan sepertinya pak dosen itu pun berpikiran sama. Meski tanpa terucap, aku dan pak dosen itu menyepakati untuk menikmati sebatas sentuhan-sentuhan tipis ini kali ini, entah deh di lain waktu.
Penjelasan dia selesai, aku kembali mengerjakan tugasnya. Tapi dia tetap merangkul ku sambil aku ngeklik-ngeklik mouse dan ngetik di keyboard, tangannya juga mulai menjamah area payudara ku. Aku pura-pura nggak ngeh dan fokus ngerjain tugas sambil bergumam sendiri mengucapkan kalimat yg perlu ku ketik.
Setiap kali remasannya di payudaraku semakin bernapsu dan masuk ke dalam tanktop ku, aku menoleh ke arah pintu, dia pun jadi kembali sadar bahwa kita lagi di ruang kelas dan di luar banyak orang dan mereka bisa membuka pintu kapan pun. Dia pun sadar dan kembali menggerayangi ku secara normal, ngga berlebihan.
Tugas sudah selesai. Aku tutup semua tabs di monitor, tapi tetap duduk kalem digerayangi olehnya. Menyadari tampilan monitor yg polos, pak dosen nanya “kamu udah selesai?”.
“Udah, bapak udah selesai belom?” balas ku
Dia serba salah dan bingung gimana menjawab ku. Apalagi hapenya berdering, ada mahasiswi menagih jadwal bimbingan skripsi, si pak dosen ini ternyata seharusnya sudah ada di ruangannya sejak 15 menit yg lalu.
Tapi sebelum dia beranjak dari kursinya, aku kasih satu atraksi lagi. “eh bentar, pak, aku mau copy file nya ke flash disk bentar”. colokan flash disk ada di cpu di kolong meja persis di hadapannya, jadi aku duduk di pangkuannya sambil nungging ke kolong meja untuk nyolokin flash disk, kemudian kembali ngegerakin mouse dari posisi yg sama, yakni di pangkuannya.
Dia tak kuasa untuk ngga memegang pinggul ku, aku pun dengan murah hati sedikit menggoyang-goyangkan pinggul ku. Terasa sangat jelas kontolnya yg sudah mengeras. Atraksi ini cukup singkat. Setelah selesai mengcopy file, aku nungging lagi ke kolong meja untuk ngambil flash disk dengan tangannya masih memegang pinggul ku.
Pada posisi ini entah kenapa tiba2 dia berdiri dan menahan punggung ku dengan tangannya agar aku tidak bangkit. Jadinya aku nungging sambil kemudian dia menghentak-hentakan pinggulnya ke aku yg lagi nungging ngambil flash disk. Kami berdua masih berpakaian komplit, tapi sepertinya napsu dia udah di ubun-ubun dan dikit lagi klimaks, jadi aku biarkan aja dan bersabar dikit.
Untuk membantunya, aku keluar dari kolong meja agar dia bisa melihat ku meremas-remas payudara ku sendiri sambil di dry humping olehnya. Tidak lama kemudian dia melenguh karena orgasme.
“bapak ditungguin mahasiswi lain tuh” ucap ku sambil memakai cardigan ku kembali.
Kami berdua pun kemudian berjalan ke luar kelas dan masuk elevator yg sama. Di elevator karena hanya kami berdua dan tidak ada cctv nya, dia bilang “sori dan makasih ya, jangan bilang siapa-siapa”. Aku pun merespon dengan tersenyum dan mencium bibirnya hingga lidah kami bertautan sekejap.
Ting. pintu lift terbuka. Lantai tujuan tiba dan di luar banyak orang. Kami pun berjalan ke tempat tujuan masing-masing.
Baru saja tiba di kediaman kakek dan nenek ku, kami bertiga (aku, mama dan papa) yg sedang liburan mengunjungi mereka langsung diajak panen madu di peternakan lebah milik kakek ku itu. Belum sempet ganti pakaian, baru nurunin barang kami berlima langsung berangkat ke sana. Seperti biasa, aku cuman pake tanktop tanpa bra dan celana panjang. Sumpah di sini cuacanya panas banget.
Sampai di peternakan lebah, baru turun mobil aku perhatikan para pegawainya yg pria semua itu ngeliatin aku terus sepanjang waktu. Mungkin jarang-jarang tempat ini dapet pengunjung perempuan muda cantik seksi yg berpakaian terbuka kayak aku gini.
Mama papa ku ngobrol-ngobrol sama kakek nenek ku bersama seorang pimpinan di sana, sedangkan aku diem aja ngintil mereka kayak kambing congek. Tapi ngga sepenuhnya membosankan, karena aku merasa jadi pusat perhatian bagi para pegawai yg kerja di sini. Mereka terus ngeliatin aku setiap kali ada kesempatan. Bahkan si pimpinan yg lg ngobrol itu pun tidak henti-henti melemparkan pandangannya ke arah ku yg sedang berdiri di antara mereka.
Entah memang cuacanya yg panas banget atau badan akunya aja yg lagi panas, karena aku perhatikan orang di sekitar ku gak ada yg kepanasan, kecuali mama papa ku, mungkin karena kami memang jarang terekspose matahari di ruang terbuka gini. Keringet ku ngucur sengucur ngucurnya, rambut ku udah lepek banget karena basah sama keringet. Yang aku khawatirkan adalah tanktop ku, khawatir pentil ku ngejiplak sehingga ketauan ngga pake beha. Kan bahaya ada ortu dan kakek nenek ku.
Di tengah obrolan tiba2 orang tua ku sepakat mau ngerasain jadi petani lebah ikut panen madu. Aku diajaknya, terpaksa ku iyain. Terus mereka dikasih pakaian khusus gitu supaya ngga disengat lebah.
Pakaian yg tersedia di situ cuman 4, berarti kurang 1 buat aku. Si pimpinan nyuruh seorang anak buahnya buat ngambil 1 lagi dari gudang. “Ya uda mama papa duluan aja gpp” ucap ku. Mereka berlima, kakek nenek mama papa dan pimpinan itu pun pergi ke lokasi panen tsb. Nggak jauh sih, mereka aja cuman jalan kami kok. Tapi tetep aja jadinya aku ditinggal sendirian di tempat ini nungguin kostum ku nyampe.
Heran. Emang aku keliatan kayak cewe bispak banget ya? Perasaan terakhir berbuat tidak senonoh sama supir taksi online dan dosen ku, itu pun udah beberapa bulan yg lalu. Tapi kok sejak aku duduk nunggu di sini ada aja pekerja cowok yg mendekat dan modusin aku dengan macem-macem gayanya. Bahkan ada yg ngajak ngomong aku sambil nawarin minum, tapi tangannya sambil mijetin kontolnya dari luar celananya, aku jawab aja “ngga usah, makasih” sambil pura-pura maen hape. Dan ngga terhitung berapa kali ada orang yg sama mondar mandir persis di samping aku cuman buat ngeliat aku yg lg duduk dari atas, apa lagi kalo bukan buat ngeliatin dada ku. Barangkali mereka mulai ngeh bahwa aku ngga pake beha…
Akhirnya outift lebah ku nyampe. Tapi pas aku baru mau pake, mmpppfhhh baunya ga tahan… kayaknya bekas keringet dari pemakai sebelumnya deh… udah gitu keliatan banyak noda2 tanah atau apalah coklat2 di bagian dalemnya. Aku ngga mau jeans ku jd kotor dan bau.
“Pak, ada ruang ganti ngga?” tanya ku dengan pesimis, karena memang tempat ini konsep bangunannya semi outdoor gitu tanpa dinding.
“Paling toilet, non” jawabnya, tp kemudian dia menginfokan bahwa letaknya cukup jauh dr situ, aku males jalan lagi udah gerah gini.
“ck, yaudalah…” aku menyerahkan handphone dan dompet ku ke bapak tsb. Kemudian melepaskan celana jeans ku di situ juga. Toh aku masih pake celana dalem ini. Lalu semua orang yg daritadi ada di lokasi langsung terperangah menikmati aksi ku membuka celana.
Padahal ngga ada niat buat eksib sama skali, tapi ketika menyadari aku lagi diliatin oleh semua orng yg ada di sana, entah kenapa pikiran ku mulai lari ke mana-mana. Sekarang aku hanya memakai tanktop dan celana dalam di hadapan sekian banyak pegawai pria, mungkin belasan orang, aku ngga ngitung. Aku ngga langsung pake kostum lebahnya, tapi melipat celana ku dulu sambil merapikan dompet dan hape ku di tempat agar ngga berceceran.
“gila, panas banget…” gumam ku sambil sesekali mengipas-ngipaskan tangan ku.
Orang yg tadi menghampiriku menawarkan minum dan kutolak menghampiri lagi, “mau minum ngga, non?” Kali ini aku iyakan. “Sama kalo ada handuk atau tisu, pak, buat ngelap keringet nih panas bangett..” pinta ku manja.
“Pake ini aja, bersih kok” ucapnya menyerahkan handuk yg tadi menggantung di lehernya.
Aku menerimanya, kemudian mengelap seluruh keringat di leher sampe paha ku, sambil ditonton banyak orang. Setelah itu aku pake kostum lebahnya, pertunjukan pun selesai, seluruh tubuh ku kini tertutup kayak astronot.
Aku menyusul papa mama ku dikawal orang yg ngambilin kostum tadi. Sampe sana tidak ada kejadian spesial. Mama papa kakek nenek ku asik menikmati aktivitas tsb. Pas aku kegerahan aku lepas topinya, eh lengah dikit ada beberapa lebah masuk ke celah kostum ku. Aku langsung panik. Mau buka di sana ngga mungkin dong nanti ketauan kalo aku ngga pake celana. Akhirnya aku pamit balik duluan ke base camp buat buka baju ngeluarin lebah, sekalian nunggu di sana aja karena menurut ku aktivitas tsb membosankan. Aku balik dikawal sama orng yg td nganterin aku.
Hari udah sore, tempat tersebut ngga seramai sebelumnya, kayaknya bahyak pegawai yg udah pulang. Aku bisa merasakan lebah yg msk tadi lagi merayap2 di kulit ku. “ihh, pak ini bahaya ngga sih??” tanya ku sambil.
“ngga kok, neng, kalo digigit nanti ada salep nya saya kasih” jawabnya.
Aku pun kembali melepaskan pakaian kostum lebah ini. Beberapa pegawai sudah stand by bersiap menikmati pemandangan yg ku suguhkan, jumlahnya berkurang drastis dr yg sebelumnya, sekitar setengahnya.
Ketika kostum ku lepas, tampak 2 ekor lebah melesat keluar. Tapi ada 1 di dalam tanktop ku bagian perut, aku terpaksa menarik ke atas sedikit tanktop ku sehingga tergulung dan tampak seperti beha, saking basahnya. Pada saat ini pentil ku sudah bukan lagi menjiplak, tapi bahkan tampak jelas bentuknya.
Bapak yg drtd mengawal ku jongkok hingga wajahnya sejajar dengan perutku memeriksa paha ku dengan memegangnya, aku cukup kaget tiba2 dipegang gitu. “Ini ada bekas gigitan di pahanya”, ucapnya sambil mengelus2 area bekas gigitan. Seorang bapak yg lain, yg tadi menawari ku minum, berjalan ke arah punggung ku dan memeriksa sambil memegangnya. “ini punggungnya ada bekas gigitan juga” ucapnya sambil mengusap2 area tsb. Aku hanya pasrah dan diam saja digerayangi gitu, malah tanpa sadar aku memperbaiki postur ku agar terlihat lebih seksi dan menantang sambil disentuh2 oleh mereka.
Mereka berdua ini sepertinya pegawai paling senior. Pegawai yg lain tidak terlihat begitu berani. Malah beberapa dr mereka pamit pulang ke kedua orang ini. Sementara yg lain tampak melanjutkan pekerjaan sambil tetap ngeliat ke arah ku.
“ini di bokongnya juga digigit, merah nih” ucapnya lagi dengan mengusap2 bokong ku.
Aku digerayangi di ruang terbuka dengan masih pake sepatu boots.
“Ini di perutnya juga ada”, ucap bapak yg jongkok di depan ku sambil mengusap2nya.
“Coba buka kakinya dikit non,” ucapnya lagi. Aku pun merenggangkan kedua kaki ku, lalu ia memeriksa paha dalam bagian atas ku. “Digigit juga nih di sini” ucapnya sambil memegang paha dalam ku. Jemarinya bisa kurasakan sedikit bersentuhan dengan vagina ku. Meski tertutup celana dalam, tapi udah basah dan tipis gitu jd kerasa banget sentuhannya.
“Terus gimana dong, pak…?” tanya ku dengan lirih.
“Ada kok salepnya di kantor” sambil menunjuk ke sebuah bangunan kecil. Sepertinya itu ruangan khusus si pimpinan yg lagi sama mama papa ku. Sementara orang di belakang ku masih terus ngusa2 pantat ku, bahkan kini sudah mulai meremas. Aku cuek aja.
“Ya udah yuk ke sana…” ucap ku setelah mengambil celana jeans dompet dan hp ku. Aku pun berjalan ke sana diiringi oleh mereka.
Sambil berjalan aku telepon mama ku, “masih lama kan, ma?” mama ku bilang iya paling setengah jam lagi. Kami bercakap dengan loudspeaker jd kedua bapak-bapak di kiri kanan ku bisa mendengar langsung.
cekrek. Kami bertiga masuk ke ruangan tsb. Aku diam saja berdiri di antara mereka. Satu orng dr mereka mengambil salep di laci, satunya lagi hanya berdiri diem ngeliatin aku. Aku liatin balik dengan tatapan nakal.
“eh, tadi dadanya ada kena gigit juga ngga?” tanyanya ketika kami liat-liatan.
“ngga tau, coba aja periksa” jawab ku genit.
Dia pun mendekat dan meraba dada ku, kemudian meremas-remasnya, kemudian menciuminya.. “eh, ini salepnya jadi?” tanya temannya yg tadi lg nyari salep.. “nghh.. nanti aja, pak.. sini dulu..” jawab ku sambil digerayangi oleh temannya. Ketika dia mendekat aku tarik kerah kaosnya dan kami berciuman. Saat ini, cucu perempuan pemilik tempat ini sedang dicumbui oleh 2 orang pegawainya.
Aku lepaskan tanktop ku untuk mempermudah mereka. Kini aku bertelanjang dada di hadapan kedua orng bapak-bapak yg baru pertama kali bertemu, bahkan aku tidak tahu nama mereka.
Aku digerayangi dari depan dan belakang. Yg didepan asik mencumbui ku dengan memainkan dada ku dengan tangan dan lidahnya. Yg di belakang mendempet ku dengan tubuhnya sambil kami cipokan, sesekali ia menciumi leher dan tengkuk ku, aku mempermudahnya dengan mengangkat rambut ku ke atas.
Orang yg di belakang ku sudah mengeluarkan kontolnya dr celana, aku respon dengan ngocokin dia dengan tangan kiri ku sambil tangan kanan ku menahan rambut ku agar tidak tergerai menghalangi leher dan dada ku yg tengah mereka ciumi dan jilati.
Gantian orang di depan ku minta cipokan, aku ladeni dengan sepenuh hati.
Tidak butuh waktu lama, orang di belakang ku yg aku kocokin melenguh dan muncrat di pantat ku, kayaknya udah diujung banget tuh spermanya sampe dikocok bentar aja keluar. Meskipun udah muncrat tetep aku pegang kontolnya dengan penuh perhatian. Dia pun lanjut minta cipokan, aku pun menoleh ke arahnya mencipoknya. Sementara orang di depan ku tampak bersiap2 buka celana.
Eh tau-tau pintu terbuka, lho padahal belom setengah jam. Si pimpinan masuk dong ngeliat aku yg telanjang gini cmn pake kolor lagi dicumbui dan ngocokin pegawainya… Mereka berdua panik langsung pake celana. “Sori, bos, lagi mau ngolesin salep si non tadi digigit lebah, malah begini, abis cantik banget dia” ucap salah seorang dr mereka.
“Itu cucu owner, goblokk” balas si pimpinan dengan gusar.
“Bapak-bapak, makasih ya, pulang aja sana. Biar aku yg ngomong sama bos nya”, sahut ku berusaha menengahi. Mereka berdua pun keluar dan cabut. Tinggal aku yg masih telanjang berdiri di ruangan pak pimpinan yg tampak gusar tp juga mupeng.
Sebenernya bukan mereka berdua yg aku khawatirkan, tapi justru diri ku sendiri seandainya pak pimpinan ini ngadu2 tentang kelakuan ku tsb ke kedua orang tua ku atau kakek nenek ku…
“Pak, maafin mereka berdua ya.. Ngga usah diperbesar masalahnya, nanti bapak aku kasih yg lebih deh…” ucap ku.
“waduh, saya ngga berani macem-macem sama anak bos..” jawabnya. Tapi tatapannya sepertinya berkata lain.
“Mama papa ku mana?” balas ku
“Masih di sana, saya ke sini mau ngambil hape..” jawabnya
“ohh…” balas ku lagi…
Aku melihat di sana ada semacam meja kecil tempat bikin kopi. Aku melepas celana dalam ku di hadapannya, dia tertegun menyaksikan itu. Lalu aku berjalan ke arah meja tsb dan bikinin dia kopi.
Aku bikinin dia kopi sambil nungging memunggunginya dengan telanjang bulat. Setelah jadi kopinya, aku berjalan ke arahnya “nih, pak minum dulu” ucap ku manja, kemudian aku memasukan celana dalam ku ke saku kemejanya.
Dia menerima cangkirnya tp tak kunjung meminumnya. Dia cuman ngeliatin aku yg ada persis di hadapannya lagi ngerapihin rambut. Aku inisiatif meraih cangkirnya dan meletakkannya di meja.
“mama papa ku nungguin kamu ya?” tanya ku
“Iya, saya ngga bisa lama-lama..” jawabnya
Aku ambil handphone dan nelepon mama ku, “ma, aku pinjem Bapak pimpinannya 10 menit bntr ya nganterin beli makan, laper bangett nih”, mama ku pun mengiyakan.
Begitu telepon ku tutup, dia langsung memeluk ku dan menciumi seluruh wajah dan tubuh ku… aku kegelian tapi menikmatinya…
“Aku ngga bau kan? keringetan soalnya..” tanya ku kepadanya yg sedang menjilatin keringat di perut hingga dada ketiak dan leher ku… Dia menjawabnya dengan menggelengkan kepala…
“Cepetan atuh kontolnya keluarin…” ucap ku lagi..
Dia mengeluarkan kontolnya, tidak sebesar punya anak buahnya.. Aku kocokin bentar dengan meludahi telapak tangan ku terlebih dahulu. Setelah kontolnya mengeras aku naik ke atas meja, membuka kaki ku dan bersandar… mempersilahkannya ngentotin aku…
“Ngga pake kondom gpp?” tanya nya
Aku mengangguk.
Dia pun mulai mempenetrasi ku pada posisi itu. Setelah itu dia mengangkat ku dan menggendong ku hingga aku harus memeluknya agar ngga jatoh. Dia ngentotin aku sambil berdiri menggendong ku.. Pas aku ngadep jendela aku bisa melihat dengan jelas 2 anak buahnya yg tadi sedang mengintip… Menyadari itu membuat ku makin bergairah…
Aku minta turun kemudian berjalan ke jendela dan menempelkan tubuh depan ku di sana sambil dientotin dari belakang… Bukannya si bapak pimpinan ini yg klimaks, tapi malah aku yg kelojotan orgasme…
10 menit berlalu, dia belum muncrat juga… “lanjut nanti deh, kakek kamu galak” ucapnya.
Kami pun beres-beres. Kedua anak buah yg ngintip itu gak terlihat lagi. Aku masuk mobil biar ada alibi lagi nyelsein makan di mobil. Si pak pimpinan pergi menjemput rombongan keluarga ku. Dia bilang lanjut nanti, weee emang kapan aku janjiin dia bakal ada next time.
Setelah itu kami pun pulang ke kediaman kakek ku. Di mobil ini pasti tidak ada yg menyadari bahwa aku baru saja dientot dan dicumbui oleh 3 orang lelaki asing yg tak ku kenal dan sedang duduk di mobil ini tanpa celana dalam. Sebuah pengalaman yg amat mengasyikan.
Musim hujan dan banjir, Cecilia dan kedua ortunya terpaksa mengungsi ke rumah sang kakek, setelah baru saja mereka berkunjung ke sana sekitar sebulan yg lalu (cerita episode sebelum ini).
Sesampainya di sana ternyata ada keluarga lain dr neneknya yg menginap juga, sepasang suami istri dengan 2 anak perempuannya yg masih kecil. Cecilia yg sedang mode nyaman hanya pake tanktop dan celana pendek ketat sehingga memperlihatkan kemulusan kulitnya. Paha dan belahan dadanya tampak menggoda. Jika ia mengangkat lengannya ketiak mulusnya pun terekspose. Selain ayahnya dan kakeknya, ada laki-laki lain yg duduk di sana sepanjang mereka bersilaturahmi, dan matanya kerap melirik Cecilia setiap kali ada kesempatan. Cecilia pun menyadari hal itu.
Karena keterbatasan kamar, Cecilia menempati kamar bersama kedua anak dr pasangan itu. Hal ini bikin si suami jadi punya alasan untuk mondar-mandir ke kamar yg ditempati Cecilia dengan modus ngecek anak-anaknya. Cecilia pun sangat menyadari hal itu. Ia kerap meladeni basa-basi dari lelaki tersebut dengan ramah.
Kamar Cecilia dan pasangan tersebut berhadap-hadapan persis. Cecilia sengaja tidak menutup rapat kamarnya agar orang tua dr anak2 itu bisa dengan mudah masuk. Tapi jelas yg jauh lebih sering masuk dan ngintip-ngintip adalah si suaminya, bukan istrinya. Dan tentu saja yg diintipin adalah Cecilia. Dan Cecilia sendiri pun sangat menyadari sekaligus menikmati hal tersebut. Bahkan ia ganti baju ke pakaian yg lebih “nyaman” lagi untuk menghibur pengintipnya itu, dengan tanktop yg jauh lebih tipis dan lebih ketat. Tubuhnya yg indah sempurna semakin tampak jelas.
Setiap kamar ada kamar mandinya masing-masing. Ketika kedua anak kecil itu kebelet, mereka minta Cecilia nemenin karena takut. Kamar mandinya cukup luas, ada bathub juga. Cecilia main hape sambil nungguin kedua anak kecil itu selesai, lalu tiba-tiba papanya masuk ke kamar mandi yg pintunya sengaja tidak ditutup rapat oleh Cecilia.
“Duh, maaf ya ngerepotin” ucap si lelaki sambil memandangi cecilia yg diduk di tepian bathub.
“Ngga apa-apa kok, om” balas Cecilia singkat.
“Udah selesai? Gantian yaa” ucap Cecilia ke anak-anak tsb. Mereka pun keluar dr kamar mandi. “Om, tolong tutup pintunya” pinta Cecilia kepada si om yg masih berdiri memandanginya di dalam kamar mandi. Si om pun keluar dr kamar mandi dan menutup pintunya. Padahal Cecilia hanya menyuruh menutup pintunya.
Sore harinya si om masuk lagi ke kamar untuk ngajak anak-anaknya mandi. Anak-anaknya bersikeras ingin mandi di kamar mandinya Cecilia karena ada bathubnya. “iya ngga apa-apa, mandi di sini aja” Cecilia mengiyakan. Di kamar mandinya Cecilia sudah menyiapkan hiburan untuk om tsb berupa celana dalam dan behanya yg ia kenakan seharian dari pagi di gantungan kamar mandi. Sambil nemenin anak-anaknya main di bathub, lelaki itu curi-curi kesempatan untuk memegang dan mengendus-endus pakaian dalam Cecilia tanpa mengubah letaknya.
Penasaran, Cecilia pun membuka pintu kamar mandi dan memergoki si om itu sedang mendekatkan hidungnya ke calana dalamnya digantungan dinding. Mereka pun saling bertatapan sebentar.
“Kak Cecil, sini mandi bareng kita!” ucap anak-anak itu. “Wahh, asik banget nih” balas Cecilia ke anak-anak itu tanpa mengungkit apa yg baru saja ia saksikan. Cecilia melangkah masuk ke kamar mandi dan bermain sama anak-anak itu sampe dia basah kuyup.
“Duh basah semua deh kakak, jahat ih kalian” ucap Cecilia disambut tawa anak-anak kecil itu. Ayah mereka terdiam bukan karena apa-apa, tapi karena tidak tahan melihat pemandangan tubuh Cecilia di hadapannya. Di pikirannya sudah terbayang hal-hal yg bisa ia lakukan bersama Cecilia seandainya anak-anaknya tidak di sini.
Cecilia basah-basahan main sama dua anak kecil di kamar mandi sambil ditonton oleh papa mereka. Tanktop-nya makin menerawang. Ia pura-pura cuek aja, meskipun sesekali ia melirik ke arah papa mereka untuk memastikan bahwa dia sedang ngeliatin dirinya.
Kamar mandi yg cukup luas itu pun jd terasa sempit karena diisi 2 anak kecil dan 2 orang dewasa. Beberapa kali tubuh Cecilia bersentuhan dan bersenggolan dengan om tersebut.
Pertunjukan pun usai karena mama mereka memanggil dari luar kamar karena makan malam sudah selesai disiapkan. Cecilia ngeringin anak2 itu dengan handuk sambil setengah membungkuk. Papa mereka memanfaatkan kesempatan dengan ikut ngelapin mereka juga, tapi dari belakang Cecilia sehingga ia menghimpit tubuh Cecilia yg sedang membungkuk dr belakang.
Cecilia tidak berontak, dia hanya menoleh sebentar, lalu kembali ngelain anak2 kecil yg ada di hadapannya sambil digerayangi oleh papa mereka yg pura2 ikut ngelapin juga.
“huhuu, kakak basah semua juga nih, tapi nggak ada yg ngelapin kakak” ucap Cecilia dengan gemas ke kedua bocah itu.
“papa elapin kak Cecil tuh” ucap salah satu dr mereka. Papanya pun jadi salah tingkah. Cecilia menoleh lagi ngeliatin papa mereka kemudian tersenyum kecil ke arahnya.
Spoiler: Cecilia
“Eh mana ini lama banget, makanan udah siap lhoo!” Suara mama mereka dari ruang tengah terdengar memanggil.
Kedua anak kecil yg baru selesai berpakaian itu lari keluar kamar menuju mama mereka, meninggalkan Cecilia dan si om di kamar berdua, dalam posisi si om tsb masih memeluk Cecilia dr belakang. Sadar tinggal
mereka di kamar, naluri laki2nya mengambil alih. Kulit punggung, leher, lengan mulus Cecilia yg bercahaya karena basah membuatnya lupa diri. Dengan reflek ia menciumi tengkuk dan punggung Cecilia sambil mengusap2 bahu dan lengannya.
Cecilia bermurah hati memberikannya waktu untuk menikmati situasi tsb sebentar, sekitar setengah menit sambil memejamkan mata menikmatinya juga. Kemudian ketika tangan om tsb mencoba meraih payudaranya, Cecilia menghalaunya dan berjalan menjauh ke arah kamar mandi.
“Pas keluar tutup pintunya ya om, aku mau ganti baju” ucap Cecilia kemudian ia masuk kamar mandi. Om tersebut pun melangkah keluar kamar menyusul istri dan anak2nya di ruang makan.
Memang rejeki ngga kemana. Belom ada 5 menit, si om kembali ke kamarnya Cecilia karena hapenya ketinggalan. Dia nyelonong masuk tanpa ada maksud mesum karena fokusnya sudah teralihkan ke keluarganya di meja makan, tapi ketika membuka pintu kamar yg tidak dikunci itu, ada Cecilia yg telanjang dada sedang ganti baju di dalam
kamar. Tubuh indah Cecilia terpampang jelas. Payudaranya begitu menantang meminta untuk diremas-remas, seandainya saja ada kesempatan. Mereka pun saling bertatapan.
“sori, hape saya ketinggalan” ucap si om
“masuk aja, tutup pintunya” balas Cecilia tanpa berusaha menutupi payudaranya yg indah itu.
Om nya masuk dan menutup pintu. “di kamar mandi kali, om” ucap Cecilia. Si om itu melangkah ke kamar mandi sambil kepalanya meleng noleh ngeliatin Cecilia yg lagi ngeringin badan.
“ada?” tanya Cecilia
Si om menemukan hapenya di atas celana dalam dan beha Cecilia yg sebelumnya ia endus-endus. “a.. ada nih” sahut om nya.
Cecilia berdiri di dekat pintu kamar mandi. Om nya kembali ngeliatin tubuh Cecilia. “beraninya ngeliatin doang ya?” ucap Cecilia dengan genit.
“Tadi saya pegang2 kamu pergi” balas om nya.
“ya udah kalo ngga mau, awas aku mau pipis” ucap Cecilia masuk ke kamar mandi di mana om nya sedang berdiri.
Ketika Cecilia lewat di depannya, si om langsung memeluk Cecilia, menggerayanginya, meremas2 dadanya dan mencium bibirnya.
“mmphhh angghh” suara Cecilia karena bibirnya dibekap oleh mulut si om.
Cecilia membalas cipokannya dengan lidah, tapi hanya sebentar. “nanti ah, itu pada nungguin makan malem” ucap Cecilia. “Kapan?” balas om nya sambol terus menggerayangi dan menciumi Cecilia.
“mmppff nghhh.. liat nanti.. udah dulu ahh” balas Cecilia dengan sedikit mendorongnya.
“huss huss sana aku mau pipis” ucap Cecilia lagi mendorong om tsb keluar kamar mandi lalu menutup pintunya.
Si om itu pun berjalan melangkah kembali ke ruang makan di mana anak-anak dan istrinya sedang menunggu. Dia baru saja bercumbu dengan anak perempuan dari saudara jauhnya yg usianya terpaut sekitar 20 tahun. Sepanjang makan malam pikirannya tidak fokus. Apalagi ketika Cecilia hadir dan duduk di antara mereka seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Malamnya, setelah istrinya mengantuk, si suami pura2 ingin menidurkan anak2nya di kamar Cecilia. Malam itu Cecilia jadi pengganti ibu mereka. Anak2 tiduran di tengah, Cecilia di kanan, papa mereka di kiri. Tapi setelah anak-anaknya terlelap, papa mereka pindah posisi ke samping Cecilia.
Mereka berciuman dan berpelukan dengan mesra layaknya pasangan suami istri. Dan tidak sebatas itu saja. Dengan sangat hati2 di dalam selimut mereka melepaskan pakaian dan bercinta. Memek Cecilia dihujam oleh kontol suami orang lain tersebut. ketika nafsu makin tak terkendali, mereka pindah ke garasi untuk meluapkan hasrat mereka berdua. Cecilia dientot bertubi-tubi oleh suami orang di rumah kakeknya sendiri.







